Penulis : Asy Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah
Segala Puji Bagi Allah, Salam dan salawat kepada Rasulullah Sallalahu Alaihi Wasallam,
Nabi Sallalahu Alaihi Wasallam telah menjelaskan tentang 70.000 orang yang akan masuk ke surga tanpa hisab serta azab, bahwa mereka adalah orang-orang yang istiqomah diatas islam. Dan setiap 1.000 orang, membawa 70.000 orang lagi, mereka adalah pendahulu kaum mukminin, mereka yang pertama masuk ke surga dengan wajah bersinar seperti sinar bulan pada malam purnama
Baca selengkapnya..
Setelah mengetahui bahaya dan penyebab tergelincirnya seseorang dari aqidah yang benar, maka pembahasan kali ini menyinggung tentang hal-hal yang merupakan solusi dari penyimpangan-penyimpangan tersebut.
Baca selengkapnya..
Pada tulisan sebelumnya telah disebutkan tentang bahaya yang diakibatkan oleh aqidah yang menyimpang, maka pada tulisan kali ini kami akan mengetengahkan kepada para pembaca tentang penyebab seseorang menyimpang dari aqidah yang benar. Sebab-sebab tersebut antara lain :
Baca selengkapnya..
Diantara bahaya penyimpangan aqidah antara lain :
Penyimpangan dari aqidah yang benar adalah sebab utama dari kehancuran dan kebinasaan dari ummat ummat terdahulu. Allah subhanahu wa ta’ala befirman :
كَذَّبَتْ ثَمُودُ وَعَادٌ بِالْقَارِعَةِ (4) فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ (5) وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ (6) سَخَّرَهَا عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيَالٍ وَثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومًا فَتَرَى الْقَوْمَ فِيهَا صَرْعَى كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ خَاوِيَةٍ (7) فَهَلْ تَرَى لَهُمْ مِنْ بَاقِيَةٍ (8)
“Kaum Tsamud dan 'Aad telah mendustakan hari kiamat Adapun kaum Tsamud, Maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa. Adapun kaum 'Aad Maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi Amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; Maka kamu Lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk). Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka” (QS. Al Haaqqah : 4-8).
Baca selengkapnya..
Aqidah
11.18
| Author:
Abu Nabilah Al Makassary
Pengertian Aqidah
Secara bahasa, aqidah berasal dari kata العقد (al aqdu) yang bermakna ar-rabth(ikatan), al-Ibraam (pengesahan), al-ihkam(penguatan), at-tawatstsuq(menjadi kokoh, kuat), asy-syaddu biquwwah(pengikatan dengan kuat), at-tamaasuk(pengokohan) dan al-itsbaatu(penetapan). Di antaranya juga mempunyai arti al-yaqiin(keyakinan) dan al-jazmu(penetapan). Al-‘Aqdu" (ikatan) lawan kata dari al-hallu(penguraian, pelepasan). Dan kata tersebut diambil dari kata kerja: " ‘Aqadahu" "Ya'qiduhu" (mengikatnya), " ‘Aqdan" (ikatan sumpah), dan " ‘Uqdatun Nikah" (ikatan menikah) Kalau seseorang mengatakan : “Saya ber I’tiqad begini” maka itu berarti “saya mengikat hati dan nuraniku padanya”. Seseorang dikatakan memiliki aqidah yang baik, apabila aqidahnya bersih dari keraguan. (Lihat kamus bahasa: Lisaanul ‘Arab, al-Qaamuusul Muhiith dan al-Mu'jamul Wasiith: (bab: ‘Aqada).
Jadi kesimpulannya, apa yang telah menjadi ketetapan hati seorang secara pasti adalah aqidah, baik itu benar ataupun salah.
Baca selengkapnya..